Tumbuhan Liar dan Solusi Pangan

1980. Empat puluh dua tahun silam; saya berjalan bersama ibu di sebuah alur sungai kecil, memetik pakis dan tomat liar di sana. 168 kilometer dari ibu kota provinsi Banda Aceh, sebelum kebutuhan pangan dunia meningkat berkali lipat yang mengarah pada meluasnya ekspansi pertanian. Jauh sebelum super food menjadi marketing isu. Sebelum hutan dihancurkan.

Bertahun-tahun setelah itu, kita dikacaukan oleh sekolah bahwa pola transisi dari hutan ke pertanian, ke jasa dan seterusnya ke industri menjadi arah dari perkembangan ekonomi dan masyarakat. Sebuah pandangan keliru yang kini disesali oleh para ahli.

Catatan ini mencoba mengemukakan bahwa kompleksitas bentang alam tidak boleh terlalu disederhanakan seolah-olah kita terus memaksa orang untuk terus menggantungkan pangan pada hutan, melainkan memberi kesadaran agar orang-orang menyadari bahwa hutan selalu berperan penting bagi kehidupan, terutama terkait pangan dengan ketersediaan ekosistem yang stabil untuk mendukung produksi pertanian yang alami dan sehat.

Istilah super food kini ramai dibincangkan sebagai makanan sehat, unggul dan menjadi kelompok makanan yang sangat baik bagi kesehatan, beberapa jenis bahkan terbukti dapat mengurangi risiko munculnya penyakit berbahaya.

Super food sebenarnya adalah istilah marketing yang digunakan oleh masyarakat urban untuk pangan liar; sebuah upaya marketing baru yang bisa membuat makanan ini sangat mahal - yang nanti justru akan mendorong masyarakat lokal berhenti mengkonsumsinya demi untuk menjualnya ke kota. Butuh kehati-hatian dalam isu ini.

Tumbuhan liar tumbuh secara alami di bentang alam tanpa ditanam oleh manusia; ia tumbuh dengan baik di hutan, sungai dan rawa. Tetapi banyak juga yang tumbuh liar di pematangan sawah, seperti jenis Centella asiatica - sebelum herbisida diperkenalkan.

Trend ini tentu tidak perlu dipersoalkan, tetapi penting bagi kita untuk memiliki pengetahuan tentang tumbuhan mana yang bisa dikonsumsi dan bagaimana pengolahannya. Beberapa bisa dikonsumsi langsung, tetapi yang lainnya harus dimasak terlebih dahulu. 

Sebenarnya sangat banyak jenis pangan liar; diantaranya adalah pakis, ketumpang air, rebung, kacang-kacangan dan beragam buah-buahan liar. Keragaman jenis ini tidak bisa dipertahankan keberlangsungannya jika kita terus menerus memperkenalkan pertanian yang monokultur dan intensif. 

Selalu terdapat hubungan erat antara tutupan hutan dan konsumsi makanan. Jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah pemukiman yang tidak lagi memiliki tutupan hutan, anak-anak yang tinggal bersinggungan langsung dengan bentang alam yang berhutan selalu lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan liar dan sayuran lokal yang juga tumbuh liar. Keragaman konsumsi menjadi faktor penting pemenuhan nutrisi sehat.

Jawaban terhadap pertanyaan mengapa hutan penting dalam pola dan kecukupan konsumsi makanan sehat bagi masyarakat setempat? selalu penting untuk ditemukan dan dikemukakan secara lebih luas. Tidak terbatas pada ketersediaan sayur-sayuran, tetapi lebih lengkap lagi mencakup ikan-ikan lokal dan daging hewan lokal.

Memang ini tidak semudah dikatakan, apa lagi jika penghasilan dan daya beli meningkat; orang-orang akan cenderung membeli makanan di pasar, membeli makanan instan dengan kadar gula dan tinggi lemak.


ilustrasi: Vecteezy

0 comments:

Post a Comment