Working Paper: Hutan Wakaf, Cerita dari Tanah Rencong

Tahun Publikasi: 2021 
Tempat Publikasi: Jakarta, Indonesia 
Jumlah Halaman: 14 
Penulis: Tasya Arviannisa, Salwa Athaya Syamila, Nining Islamiyah, Neneng Ela Fauziyyah 
Judul: WaCIDS Working Paper Nomor: 1 
Penerbit: Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS)

Abstrak

Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang mempunyai hutan hujan tropis subur di dunia. Potensi ini masih belum dapat dimaksimalkan karena masih terdapat banyak permasalahan. Salah satu permasalahan yaitu deforestasi hutan, sehingga bencana alam dan perubahan iklim di Indonesia rentan terjadi. Akibatnya, ekosistem hutan terganggu dan berdampak pada keseimbangan lingkungan. Permasalahan ini menjadi pemicu munculnya hutan wakaf dari gerakan peduli hutan oleh komunitas hutan tersisa di Aceh. Tujuan adanya hutan wakaf yaitu memperbaiki ekosistem hutan, membantu mata pencaharian penduduk sekitar, meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk setempat dari pengelolaan hutan, dan konservasi hutan sekaligus kegiatan ekowisata berbasis hutan wakaf. Dalam mengembangkan hutan wakaf, peran dari regulator, fasilitator, motivator serta pengawas sangat diperlukan. Hal ini untuk membantu dalam meningkatkan kepedulian segenap masyarakat dalam memajukan hutan wakaf di Indonesia.

Rekomendasi Sitasi:

Arviannisa, T., Syamila, S. A., Islamiyah, N., & Fauziyyah, N. E. (2021). Hutan Wakaf: Cerita dari Tanah Rencong. WaCIDS Working Paper, 1. Jakarta, Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS)



Working Paper ini telah di muat di wacids.or.id 27 September 2021.


0 comments:

Post a Comment