Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Model Konseptual
Pohon Inti

Menanam

Ficus

Salah satu pohon inti yang ditanam di hutan wakaf adalah jenis Ficus atau Ara. Tanaman ini selain akarnya yang baik untuk infiltrasi air, buahnya juga sangat disukai burung dan primata.

Model Konseptual
Relaxing

Mendayung

Kayak

Menikmati sensasi mendayung kayak di Sungai Jantho sekitar Hutan Wakaf setelah menanam pohon

Model Konseptual
Merchandise

T-Shirt

Donasi

Merchandise ini adalah bagian dari fundraising untuk mendukung inisiatif konservasi Hutan Wakaf di Aceh disamping pengumpulan dana tunai

Buy Now
Photography

Foto

Lingkungan Hidup

Selain menanam pohon, para peminat fotografi bisa memotret lanskap alam, burung, vegetasi dan kanopi hutan di hutan wakaf dan sekitarnya.

Model Konseptual
Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Model Konseptual
Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Model Konseptual

bercerita tentang hutan, Mengedarkan Komunike

  • Mengedarkan komunike

  • Refleksi peristiwa

  • Membongkar mitos-mitos

  • Inisiatif konservasi

  • Donasi hutan wakaf

Official Blog

Monitor Konflik Satwa Liar Aceh Lewat Google My Maps

Interaksi negatif yang terjadi antara manusia dengan satwa liar terus meningkat akibat fragmentasi dan deforestasi; terputusnya koridor habitat.

Penanganan yang tidak komfrehensif telah mengakibatkan banyak satwa yang mengalami kematian dalam konflik dengan manusia.

Tim yang terdiri dari pegiat lingkungan, sekaligus kartografer Aceh baru-baru ini menginisiasi sebuah peta digital lewat Google My Maps.

Pemetaan wilayah konflik satwa liar Aceh kini menjadi sangat penting dalam memperkuat basis penyelesaian masalah konflik satwa di Aceh.

Silahkan klik Maps.



Kartografer:

| Agung Dwinurcahya | Lukmanul Hakim | Khairul Amri | Muhammad Fadhil | Alfarazi Kamal | Aljikri Yanto |

Ilustrasi: Vecteezy

Tumbuhan Liar dan Solusi Pangan

1980. Empat puluh dua tahun silam; saya berjalan bersama ibu disebuah alur sungai kecil, memetik pakis dan tomat liar di sana. 168 kilometer dari ibu kota provinsi Banda Aceh, sebelum kebutuhan pangan dunia meningkat berkali lipat yang mengarah pada meluasnya ekspansi pertanian. Jauh sebelum super food menjadi marketing isu. Sebelum hutan dihancurkan.

Bertahun-tahun setelah itu, kita dikacaukan oleh sekolah bahwa pola transisi dari hutan ke pertanian, ke jasa dan seterusnya ke industri menjadi arah dari perkembangan ekonomi dan masyarakat. Sebuah pandangan keliru yang kini disesali oleh para ahli.

Catatan ini mencoba mengemukakan bahwa kompleksitas bentang alam tidak boleh terlalu disederhanakan seolah-olah kita terus memaksa orang untuk terus menggantungkan pangan pada hutan, melainkan memberi kesadaran agar orang-orang menyadari bahwa hutan selalu berperan penting bagi kehidupan, terutama terkait pangan dengan ketersediaan ekosistem yang stabil untuk mendukung produksi pertanian yang alami dan sehat.

Istilah super food kini ramai dibincangkan sebagai makanan sehat, unggul dan menjadi kelompok makanan yang sangat baik bagi kesehatan, beberapa jenis bahkan terbukti dapat mengurangi risiko munculnya penyakit berbahaya.

Super food sebenarnya adalah istilah marketing yang digunakan oleh masyarakat urban untuk pangan liar; sebuah upaya marketing baru yang bisa membuat makanan ini sangat mahal - yang nanti justru akan mendorong masyarakat lokal berhenti mengkonsumsinya demi untuk menjualnya ke kota. Butuh kehati-hatian dalam isu ini.

Tumbuhan liar tumbuh secara alami di bentang alam tanpa ditanam oleh manusia; ia tumbuh dengan baik di hutan, sungai dan rawa. Tetapi banyak juga yang tumbuh liar di pematangan sawah, seperti jenis Centella asiatica - sebelum herbisida diperkenalkan.

Trend ini tentu tidak perlu dipersoalkan, tetapi penting bagi kita untuk memiliki pengetahuan tentang tumbuhan mana yang bisa dikonsumsi dan bagaimana pengolahannya. Beberapa bisa dikonsumsi langsung, tetapi yang lainnya harus dimasak terlebih dahulu. 

Sebenarnya sangat banyak jenis pangan liar; diantaranya adalah pakis, ketumpang air, rebung, kacang-kacangan dan beragam buah-buahan liar. Keragaman jenis ini tidak bisa dipertahankan keberlangsungannya jika kita terus menerus memperkenalkan pertanian yang monokultur dan intensif. 

Selalu terdapat hubungan erat antara tutupan hutan dan konsumsi makanan. Jika dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah pemukiman yang tidak lagi memiliki tutupan hutan, anak-anak yang tinggal bersinggungan langsung dengan bentang alam yang berhutan selalu lebih banyak mengkonsumsi buah-buahan liar dan sayuran lokal yang juga tumbuh liar. Keragaman konsumsi menjadi faktor penting pemenuhan nutrisi sehat.

Jawaban terhadap pertanyaan mengapa hutan penting dalam pola dan kecukupan konsumsi makanan sehat bagi masyarakat setempat? selalu penting untuk ditemukan dan dikemukakan secara lebih luas. Tidak terbatas pada ketersediaan sayur-sayuran, tetapi lebih lengkap lagi mencakup ikan-ikan lokal dan daging hewan lokal.

Memang ini tidak semudah dikatakan, apa lagi jika penghasilan dan daya beli meningkat; orang-orang akan cenderung membeli makanan di pasar, membeli makanan instan dengan kadar gula dan tinggi lemak.


ilustrasi: Vecteezy

Working Paper: Hutan Wakaf, Cerita dari Tanah Rencong

Tahun Publikasi: 2021 
Tempat Publikasi: Jakarta, Indonesia 
Jumlah Halaman: 14 
Penulis: Tasya Arviannisa, Salwa Athaya Syamila, Nining Islamiyah, Neneng Ela Fauziyyah 
Judul: WaCIDS Working Paper Nomor: 1 
Penerbit: Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS)

Abstrak

Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang mempunyai hutan hujan tropis subur di dunia. Potensi ini masih belum dapat dimaksimalkan karena masih terdapat banyak permasalahan. Salah satu permasalahan yaitu deforestasi hutan, sehingga bencana alam dan perubahan iklim di Indonesia rentan terjadi. Akibatnya, ekosistem hutan terganggu dan berdampak pada keseimbangan lingkungan. Permasalahan ini menjadi pemicu munculnya hutan wakaf dari gerakan peduli hutan oleh komunitas hutan tersisa di Aceh. Tujuan adanya hutan wakaf yaitu memperbaiki ekosistem hutan, membantu mata pencaharian penduduk sekitar, meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk setempat dari pengelolaan hutan, dan konservasi hutan sekaligus kegiatan ekowisata berbasis hutan wakaf. Dalam mengembangkan hutan wakaf, peran dari regulator, fasilitator, motivator serta pengawas sangat diperlukan. Hal ini untuk membantu dalam meningkatkan kepedulian segenap masyarakat dalam memajukan hutan wakaf di Indonesia.

Rekomendasi Sitasi:

Arviannisa, T., Syamila, S. A., Islamiyah, N., & Fauziyyah, N. E. (2021). Hutan Wakaf: Cerita dari Tanah Rencong. WaCIDS Working Paper, 1. Jakarta, Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS)



Working Paper ini telah di muat di wacids.or.id 27 September 2021.


Ultah Didie Untuk Hutan Indonesia [5]

Ayo ikutan MENGHUTANI (menjaga hutan Indonesia) 🌳🌱🐅

Sekarang cuaca semakin panas ya? 
Salah satunya karena hutan semakin sedikit 🥺

Pengen kehidupan di bumi 🌏 seimbang, sehat, aman, dan nyaman?

Yuk, kita MENGHUTANI (menjaga hutan Indonesia) bersama @didie_diah_n, @gariskebun, @hutanwakafbogor, Hutan Wakaf Aceh, @alamsehatlestari, @kki_warsi, @hutanituid, & @indonesianforester dengan berdonasi untuk Wakaf Hutan, Adopsi Pohon, & Adopsi Bibit Pohon. 

Kamu bisa pilih lokasi hutan yang mau kamu jaga. Ada di Jawa Barat, Aceh, Jambi, dan Kalimantan Barat. Dan kamu akan mendapatkan e-sertifikat*. 

Info lengkap dan cara donasi: 


Atau klik link di bio.

Semoga donasi dan dukungan kita dapat menjadikan hutan lestari, masyarakat sejahtera, dan bumi tetap indah, sehat, nyaman, dan aman untuk hidup kita dan anak cucu kita kelak.

Semoga juga menjadi amal ibadah di sisi Tuhan yang pahalanya akan terus mengalir walau kita telah tiada, Insya Allah. 

Aamiin 😇 

Bila berkenan, tolong bantu sebarluaskan dan ajak kawan yang lain untuk berdonasi ya 😊

Terima kasih banyak 🙏

Salam,
Didie Diah N
Co-founder Garis Kebun
Volunteer Hutan Itu Indonesia

*) untuk donatur yang melakukan konfirmasi

FYI:
Tuhan telah menganugerahi Indonesia dengan hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia.

Hutan dengan berbagai fungsinya adalah penyeimbang ekosistem bagi kehidupan di bumi, agar bumi tetap nyaman dan aman untuk kita tempati.

#UltahDidieUntukHutanIndonesia #UltahDidieUntukHutan 
#AdopsiPohon #AdopsiBibitPohon #WakafHutan #HutanWakaf #HutanIndonesia #HutanWakafBogor #HutanWakafAceh  #BirthdayFundraising #GarisKebun #KitaBisa #JagaHutan #Menghutani #IndonesianForester #DalamiDenganAlami