Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Model Konseptual
Pohon Inti

Menanam

Ficus

Salah satu pohon inti yang ditanam di hutan wakaf adalah jenis Ficus atau Ara. Tanaman ini selain akarnya yang baik untuk infiltrasi air, buahnya juga sangat disukai burung dan primata.

Model Konseptual
Relaxing

Mendayung

Kayak

Menikmati sensasi mendayung kayak di Sungai Jantho sekitar Hutan Wakaf setelah menanam pohon

Model Konseptual
Merchandise

T-Shirt

Donasi

Merchandise ini adalah bagian dari fundraising untuk mendukung inisiatif konservasi Hutan Wakaf di Aceh disamping pengumpulan dana tunai

Buy Now
Photography

Foto

Lingkungan Hidup

Selain menanam pohon, para peminat fotografi bisa memotret lanskap alam, burung, vegetasi dan kanopi hutan di hutan wakaf dan sekitarnya.

Model Konseptual
Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Model Konseptual
Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Model Konseptual

bercerita tentang hutan, Mengedarkan Komunike

  • Mengedarkan komunike

  • Refleksi peristiwa

  • Membongkar mitos-mitos

  • Inisiatif konservasi

  • Donasi hutan wakaf

Official Blog

Working Paper: Hutan Wakaf, Cerita dari Tanah Rencong

Tahun Publikasi: 2021 
Tempat Publikasi: Jakarta, Indonesia 
Jumlah Halaman: 14 
Penulis: Tasya Arviannisa, Salwa Athaya Syamila, Nining Islamiyah, Neneng Ela Fauziyyah 
Judul: WaCIDS Working Paper Nomor: 1 
Penerbit: Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS)

Abstrak

Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara yang mempunyai hutan hujan tropis subur di dunia. Potensi ini masih belum dapat dimaksimalkan karena masih terdapat banyak permasalahan. Salah satu permasalahan yaitu deforestasi hutan, sehingga bencana alam dan perubahan iklim di Indonesia rentan terjadi. Akibatnya, ekosistem hutan terganggu dan berdampak pada keseimbangan lingkungan. Permasalahan ini menjadi pemicu munculnya hutan wakaf dari gerakan peduli hutan oleh komunitas hutan tersisa di Aceh. Tujuan adanya hutan wakaf yaitu memperbaiki ekosistem hutan, membantu mata pencaharian penduduk sekitar, meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk setempat dari pengelolaan hutan, dan konservasi hutan sekaligus kegiatan ekowisata berbasis hutan wakaf. Dalam mengembangkan hutan wakaf, peran dari regulator, fasilitator, motivator serta pengawas sangat diperlukan. Hal ini untuk membantu dalam meningkatkan kepedulian segenap masyarakat dalam memajukan hutan wakaf di Indonesia.

Rekomendasi Sitasi:

Arviannisa, T., Syamila, S. A., Islamiyah, N., & Fauziyyah, N. E. (2021). Hutan Wakaf: Cerita dari Tanah Rencong. WaCIDS Working Paper, 1. Jakarta, Waqf Center for Indonesian Development and Studies (WaCIDS)



Working Paper ini telah di muat di wacids.or.id 27 September 2021.


Ultah Didie Untuk Hutan Indonesia [5]

Ayo ikutan MENGHUTANI (menjaga hutan Indonesia) 🌳🌱🐅

Sekarang cuaca semakin panas ya? 
Salah satunya karena hutan semakin sedikit 🥺

Pengen kehidupan di bumi 🌏 seimbang, sehat, aman, dan nyaman?

Yuk, kita MENGHUTANI (menjaga hutan Indonesia) bersama @didie_diah_n, @gariskebun, @hutanwakafbogor, Hutan Wakaf Aceh, @alamsehatlestari, @kki_warsi, @hutanituid, & @indonesianforester dengan berdonasi untuk Wakaf Hutan, Adopsi Pohon, & Adopsi Bibit Pohon. 

Kamu bisa pilih lokasi hutan yang mau kamu jaga. Ada di Jawa Barat, Aceh, Jambi, dan Kalimantan Barat. Dan kamu akan mendapatkan e-sertifikat*. 

Info lengkap dan cara donasi: 


Atau klik link di bio.

Semoga donasi dan dukungan kita dapat menjadikan hutan lestari, masyarakat sejahtera, dan bumi tetap indah, sehat, nyaman, dan aman untuk hidup kita dan anak cucu kita kelak.

Semoga juga menjadi amal ibadah di sisi Tuhan yang pahalanya akan terus mengalir walau kita telah tiada, Insya Allah. 

Aamiin 😇 

Bila berkenan, tolong bantu sebarluaskan dan ajak kawan yang lain untuk berdonasi ya 😊

Terima kasih banyak 🙏

Salam,
Didie Diah N
Co-founder Garis Kebun
Volunteer Hutan Itu Indonesia

*) untuk donatur yang melakukan konfirmasi

FYI:
Tuhan telah menganugerahi Indonesia dengan hutan hujan tropis ketiga terluas di dunia.

Hutan dengan berbagai fungsinya adalah penyeimbang ekosistem bagi kehidupan di bumi, agar bumi tetap nyaman dan aman untuk kita tempati.

#UltahDidieUntukHutanIndonesia #UltahDidieUntukHutan 
#AdopsiPohon #AdopsiBibitPohon #WakafHutan #HutanWakaf #HutanIndonesia #HutanWakafBogor #HutanWakafAceh  #BirthdayFundraising #GarisKebun #KitaBisa #JagaHutan #Menghutani #IndonesianForester #DalamiDenganAlami

Fatamorgana


Seorang lelaki menjauh dari peradaban yang tidak ia inginkan; zaman sempurna dari ekonomi kapitalis yang penuh loba. Sebuah era berisik dan bunyi-bunyian yang tumpang tindih, yang menggusur apa saja yang hayati.

Lelaki itu masuk ke hutan.

Ia bertekad tinggal di sana selamanya, menyiapkan tempat di pinggir sungai kecil berpakis dan kura-kura yang melayang di air.

Hanya beberapa hari setelah itu, perbekalannya habis. Lalu ia mulai mengolah tanah tanpa jeda, muncul hasrat memiliki dan menguasainya. Lelaki itu mulai membayangkan sistem irigasi dan mesin pemetik hasil ladang yang bisa ia jual ke kota. 

Niat menentang kapitalisme akhirnya sirna, ia sempurna menjadi manusia abad 21 dengan segenap bunyi-bunyian yang lain.



image: abecem

Kumbang-kumbang membawa tanda

"Siapa yang dapat mendengar suara kumbang akan tahu bahwa hutan dapat menggetarkan kehidupan dengan penuh kesungguhan". 

Ia menceritakan dengan amat jelas, dan menyuguhkan bukti yang konkrit tentang bumi tempat manusia dan berbagai satwa dan tumbuhan hidup, baik yang besar maupun yang kecil; mikro organisme yang tak terlihat oleh mata sedang mengalami proses yang dapat membawa berakhirnya segala bentuk kehidupan yang kita saksikan selama ini.

1980, usia saya masih enam tahun. Tetapi ingatan tentang masa kanak-kanak itu masih jelas membekas; tidak ada sampah plastik, tidak ada kotak nasi dari gabus. Kadangkala halaman rumah diselimuti kabut embun di pagi hari.

Mungkin saya adalah generasi terakhir yang sempat melihat sungai tak tercemar, sungai tanpa senyawa-senyawa sintetik, sungai tanpa kaleng-kaleng sarden dan sampah pampers. Ini satu helaan nafas terakhir dari apa yang saya saksikan di masa lalu. 

Sekarang setelah manusia mengubah nilai-nilai yang paling mendasar di alam sekitar, atmosfer berubah yang diikuti oleh berubahnya iklim. Saya diingatkan oleh kehidupan masa kecil betapa jauh perbedaan semesta dahulu dengan yang sekarang. Dalam rentang waktu kurang dari satu generasi telah terjadi kerusakan yang sangat cepat.

Banyak satwa telah menghilang dari hutan yang kelihatannya banyak pohon-pohon besar dan menjulang tinggi. Begitu juga menghilangnya keanekaragaman hayati lainnya seperti pakis yang subur, dan anggrek yang indah.

Hutan yang penuh pohon namun sepi dari satwa sesungguhnya adalah hutan yang mati.

Saya mengamati apa yang terjadi malam hari, ketika pertama kali lampu jalan di pasang. Tidak dapat disangkal bahwa lampu jalan ini sangat berguna bagi pejalan di malam hari, dan kumbang-kumbang tertentu yang menyenangi cahaya beterbangan di sekitarnya. Akan tetapi peristiwa ini meninggalkan pertanyaan tentang kumbang-kumbang yang riang gembira meninggalkan kegelapan hutan. Keesokan paginya saya menemukan mereka telah menjadi mayat yang menumpuk di bawah tiang lampu.

Sambil merenungi sungai, kumbang dan lampu jalan, ada hal-hal yang menyengsarakan di samping hal-hal yang patut disyukuri.

Makhluk-makhluk kecil itu hanya sekelumit tragis dari sejuta tragis lainya ketika seluruh bentang alam tersentuh jejak kasar manusia. Namun kita masih merasa bahwa tidak perlu ada keprihatinan khusus sekarang.

Dan cerita semacam ini; yang tak dipedulikan tapi sebenarnya menyimpan sejumlah tanda.

Jauh di hilir sungai, di kota yang penuh lampu; berdiam sederet khalifah yang korup.


Images: iStock