Prolog

Pembaca sekalian,
Official blog yang ada di hadapan anda ini berisi catatan-catatan yang sederhana dari analitik dinamika dan buah pikir yang sebenarnya tidak utuh. Bahasa yang tidak terstruktur, jauh dari metodologi dan melompat-lompat. 

Kenaifan dan kerumitan bahasa sering tak terhindari. Namun lewat vitalitas, kami mencoba konsisten dan produktif untuk bercerita tentang hutan, kehidupan di desa dan dari tempat-tempat yang kumuh di kota. Merenung tentang situasi lingkungan hidup dan ekonomi dalam era neoliberalisme. Membongkar mitos-mitos, mengedarkan komunike, menghibur masyarakat yang sedang kecapekan oleh dusta.

Kami sadar bahwa media online semakin kuat perannya dalam era digital. Karenanya, kami ingin berkomitmen untuk terus mengupayakan kampanye penyelamatan lingkungan hidup lewat media ini.

Blog sederhana ini juga sedang bermetamorfosis menjadi sebuah situs untuk mengkampanyekan inisiatif konservasi Hutan Wakaf, sebuah skenario konservasi berbasis wakaf di Aceh.

Banyak kritik dan saran yang kami terima sejak official blog ini diluncurkan. Kami senang bahwa semua itu ditujukan secara konstruktif. Beberapa pembaca telah setia dan meluangkan waktunya untuk membagi postingan di halaman jejaring sosial mereka.

Membaca blog ini adalah membaca protes dan gerutu. Atau seperti membaca coretan di tepian kertas. Tetapi protes, ide, dan refleksi dari peristiwa-peristiwa itu diharapkan berguna dalam membangun komunitas “masyarakat yang hidup”. Melawan sinisme birokrasi yang payah.

Selamat berkelahi...!

Afrizal Akmal