Hari Bumi di Hutan Wakaf



Hari bumi jangan hanya slogan di jalanan atau di meja-meja diskusi. Meski pun kecil peran kita dalam keselamatan bumi, akan lebih baik melakukan aksi nyata, dari pada bicara.

Romi Van de Van, Pegiat Rafting Aceh

Romi Van de Van telah popular sebagai pegiat rafting Aceh. Ya, mungkin ia sudah ditakdirkan. Nama lengkapnya Romy Sahbudin Putra, tetapi ia lebih di kenal dengan sebutan Romi Van de Van. Lahir di Ketambe, Kutacane, Aceh Tenggara. Kini usianya 20 tahun dan telah menjadi idola para peminat rafting. 

Romi, sejak kecil telah aktif dalam olah raga rafting yang dibina langsung oleh ayahnya Johan Ketambe yang juga mantan atlet nasional rafting di Indonesia dan senior rafter di Aceh.

Selain itu Romi dan Johan Ketambe juga mendedikasikan diri sebagai pegiat ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser.

Romi Van de Van saat ini sedang berusaha menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Tgk. Chik Pante Kulu, Darusalam, Banda Aceh. 

Ia terus bersemangat dan aktif dalam mempopularkan olah raga rafting di Aceh. Sungai-sungai berarus deras menjadi hobinya untuk terus di arungi dan di nikmati. Mungkin itulah sebabnya ia memiliki motto; "sungai wajib dinikmati".

Salah satu sungai yang terus di popularkan oleh Romi adalah Krueng Aceh dan Sungai Alas Ketambe. Atas kerja kerasnya, saat ini bersama komunitas Hutan Wakaf , Kreung Aceh telah menjadi salah satu destinasi yang popular bagi masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar untuk diarungi sebagai obyek wisata aman dan seru yang bisa dinikmati bersama teman, keluarga atau komunitas. Lebih popular, Romi menyebutnya sebagai family rafting.

Salam Apresiasi...

| Naskah: Azhar Aceh Indie Photo.
| Editor: Afrizal Akmal
| Photo: koleksi pribadi Romi Van de Van