Pohon

Kita adalah cerita yang belum jadi. Dan karena itu, kita perlu menyerahkan keringat pada lantai bumi untuk menyelamatkan sekelompok burung yang terancam kematian karena ketiadaan buah, biji dan pohon.

Hutan yang sehat dan rimbun adalah rumah dan tempat mereka mencari makan. Dahannya menjadi tempat bercinta.

Semua terkait. Burung pada buah, buah pada pohon, pohon pada air, air berteduh pada lumut, lumut pada hujan, hujan pada air.

Di hutan, ranting adalah tangkai waktu.

Yang kering akan patah sebelum kematian yang pasti.

Kita menanam pohon agar di masa depan kesulitan digantikan kemudahan. Agar tak ada tragis.

| Afrizal Akmal 
| Gambar: Sketsa hutan wakaf Zul M S.


3 komentar:

  1. Ya semua terkait. Jika kita menghancurkan sebagian, kita juga memusnahkan segalanya. Mari kita menyerahkan keringat dengan semangat yang tak terbatas.

    BalasHapus
  2. Semangat selalu. Jangan sampai kita malas atau bosan. Tidak ada alasan...

    BalasHapus