Harmoni

Selalu. Rasa yang sama sejak dulu; dan sekarang ketika berada di hutan umurku bukan 43, tapi 34. Mungkin dengan gairah yang berbeda. Ya, energi dibutuhkan untuk ide besar.

Dan di landskap hutan selalu ada sejarah. sederet panjang tanda tanya. Kenapa hutan kini hanya tinggal sisa-sisa.

Kapitalisme dibalik konsesi halal telah merusak semuanya, hingga hutan itu mereka tinggalkan dalam keadaan rapuh. Bukan iklim yang merapuhkan materi-materi yang membentuknya. Bukan juga wabah. 

Ia memang sudah tak mampu bertahan begitu saja. Pelan-pelan sirna bila di sana tak ada kekayaan sosial; harta dan pemikiran masyarakatnya yang secara penuh keikhlasan mau merawat dan membangun hutan kembali.

Tapi mungkin hutan nasibnya benar-benar cuma tergantung pada negara? absolut?
Kalau begitu maka negara sedang sendirian dalam keasyikannya. Bila negara seenaknya, maka tak ada penyangga sosial lain. Tak ada komunitas sosial yang mandiri; yang melahirkan kekuatan yang memperkukuh keberadaan hutan.

Hutan. adakah sebuah tempat yang damai, tentram? Atau ia hanya sebuah tempat. Artinya tanpa batas yang tegas antara hutan dengan di luar hutan.

Jangan-jangan itulah yang terjadi dalam sejarahnya dan berlanjut hingga kini. Ketika kapitalisme masuk ke relung-relungnya dari luar hutan, ia membawa perilaku dan nilai-nilai yang merusak; eksploitatif semata. Perilaku menghancurkan yang merembes ke dalam masyarakat di sana; di sekitar hutan.

Itukah barangkali riwayat hutan yang hilang di sini. Menghancurkan semua harmoni kehidupan di dalamnya.

Afrizal Akmal

Hutan Wakaf dan Kedai Mino

Usai bincang konseptual hutan wakaf bersama Alit Rinjani Ferdian, Sebuah paket apresiasi datang dari salah satu Owner Kedai Mino Rahmi Carolina: menurut Rahmi, Edisi Burung Rangkong ini adalah salah satu edisi terbaik. Pemesannya lintas nusantara dan dunia.

Seperti filosofi Rangkong, terbang jauh. Sangat jauh untuk menebar biji biji (pesan pesan) hutan.

Pesan moral dari kaos ini adalah, "Jangan bunuh Rangkong!" Burung adalah makhluk Tuhan yang paling tawakal, kita perlu belajar padanya. Si penebar biji pohon di hutan.

Beberapa persen dari hasil penjualan akan disisihkan untuk fundraising hutun wakaf.
Insya Allah...