Negara - Bangsa

Disini, negara dan bangsa hadir sendiri-sendiri; saling marah.

Ya, negara dan bangsa seharusnya saling membutuhkan. Bangsa membutuhkan negara agar menjadi wujud konkret mewakili kepentingannya. Tanpa negara ia abstrak. Bayang-bayang.
Begitu juga seharusnya negara. Ia membutuhkan bangsa agar mendapat pengakuan atas kehadirannya; teritorial.

Tetapi negara kerap membawa bencana. Ia brengsek.

Negara sering berada dibalik kekejaman massal. Tragedi-tragedi kekejamanmya selalu terulang meliputi wilayah yang luas dan panjang.

Hutan dialih guna. "Dirampas" dari fungsinya. Kekejaman ini sering diabaikan, berlangsung dari rezim lama hingga rezim yang baru.

Tetapi negara bukan tidak punya alasan. Negara membangun argumentasi yang mengharukan - demi kesejahteraan. 

Negara - bangsa bertengkar lagi...

Namun setiap bencana melayang dari ingatan. Atau hanya diingat sebagai sejarah yang mengharukan. Itu saja. 

Bencana mirip layar tv yang gambar-gambarnya silih berganti.

| Afrizal Akmal |