Sajak Sunyi Di Awal Tahun

"Tahun Baru, Korupsi Baru". Itulah penggalan yang saya baca dari koran lokal. Sebuah editorial dari awak media yang sebenarnya belum benar-benar utuh. Dan di awal tahun 2014 ini, di dapur rumah kami ibu harus memasak dengan kayu bakar dari sisa-sisa ranting kering yang jatuh dari
 pohon, sebab di pasar gas untuk bahan bakar kompor mendadak langka seiring kenaikan harga yang semakin mencekik.

Seorang teman menulis dalam statusnya di jejaring sosial dan mengungkapkan hal ini sebagai kegundahan di awal tahun. Tetapi beberapa teman kelihatannya juga mulai kreatif dan berinisiatif untuk membuatkan briket dari daun kayu yang jatuh di lantai hutan. Sementara di pasar, kapitalisme dan imperium menindas dalam bentuk kekejaman yang baru. 

Dan saya punya catatan lain akan hal ini. Mungkin sebuah optimisme bahwa hutan selalu penting untuk kehidupan. Sebuah sajak sunyi sekaligus doa, "Berilah Aku Kesempatan":

"Engkau Yang Maha Mengetahui akan takdirku
Dan yang menggerakkan seluruh pikiranku.
Peliharalah keimananku
Kuatkanlah akal sehatku
Berilah aku umur yang berguna
Mudahkanlah rezekiku
Agar mampu membangun sepetak hutan
yang akan aku wakafkan untuk burung-burung
dan lebah yang terusir dari rumahnya.
Untuk manusia dan hewan yang membutuhkan air
dan udara segar dengan cuma-cuma

Sebab air di dalam kemasan sangat mahal harganya
Sebab udara semakin sesak.
Dan untuk papan keranda bagi mayit yang akan dikubur
Dan untuk ibu yang membutuhkan kayu bakar saat memasak,
Sebab di luar sana, di pasar
harga-harga telah dipermainkan
Sebab pasar telah lama menjadi milik mereka,
Bukan milik kami lagi.
Berilah aku kesempatan".


Kegundahan dan sedu-sedan tak perlu dirawat. Ia perlu kita singkirkan lewat optimisme di tengah dunia yang semain skeptis, di tengah kekejaman baru skenario ekonomi rezim yang payah.


2 komentar:

  1. Malam ini di blog istimewa ini saya sempat membaca sebuah sajak sunyi yang sangat indah. Terimakasih. Semoga kesempatannya diberi. Salam

    BalasHapus
  2. Ya Bet. Semoga diberi kesempatan itu.

    BalasHapus