Memperhatikan Hutan

Semakin lama kita memperhatikan, semakin banyak yang kita lihat. Dan yang disebut penyelidikan sesungguhnya adalah memperhatikan sesuatu, bukan dengan sekali melihat lalu menamainya seolah-olah kitalah yang paling mengetahui tentangnya. Namun bagaimana kita melihat sampai kita kehabisan nama mengenai hal itu. Saat itulah kita mulai melihat hal-hal baru yang menakjubkan.

Termasuk juga hutan, jadi apa sesungguhnya hutan itu? Apa kita tahu apa hutan itu? Jika kita tahu hutan itu apa, kita akan berhenti menyelidikinya. Tetapi semakin banyak kita memperhatikan, semakin banyak hal yang menarik dari apa sesungguhnya hutan itu. Sederhana namun mendalam.

Sebuah eksperimen besar untuk diselidiki. Tetapi kita seringkali berhenti ketika mendapatkan gagasan mengenai apakah hutan itu. Apakah hutan sesungguhnya? Saya sering melihat peneliti di hutan, mungkin berkali-kali. Bila mereka mengatakan benar-benar paham tentang hutan, itu artinya penelitian mereka berhenti dan hubungan mereka dengan hutan mati. Jadi hubungan mereka dengan hutan segera berakhir. Mereka tidak pernah lagi menemukan hal-hal baru yang lebih menakjubkan lagi.

Jadi jangan berhenti pada gagasan, lalu merasa seolah-olah sudah mengetahui banyak hal. Tetapi lihat dan perhatikan lagi. Hutan itu sangat rapuh, suatu saat akan lenyap. Itulah sebabnya kita harus merawat dan memperhatikannya. Mari fokus pada perenungan ini.

Di bawah penguasaan negara, hutan selalu rawan terhadap perubahan status dan fungsi, tidak tetap. Kapan saja bisa disewakan kepada Jakal. Itulah sebabnya kita perlu peduli. Di tangan rezim, ia menjadi sangat rentan.

Analitik ini membuka suatu cara untuk berhadapan dengan realitas bahwa kita tidk bisa membiarkan hutan terus dirusak dan dipermainkan oleh kepentingan sebuah rezim, lalu oleh rezim lainnya atas nama negara. Sebelum hutan benar-benar menghilang di abad ini.



0 komentar:

Posting Komentar