Restorasi Hutan

Ketika manusia datang, hutan-hutan menjadi gundul. Ketika manusia-manusia itu pergi, maka pohon-pohon kembali tumbuh dan hutan pun menjadi asri kembali. Lain halnya dengan satwa, sebagai pollinator - satwa melalui kotorannya akan mengecambahkan biji-biji pohon yang dimakan menjadi pohon-pohon muda. Tidak hanya menumpuhkan pohon, satwa-satwa itu sekaligus berperan membantu polinasi (penyerbukan) dan penyebaran benih tanaman dalam sebuah ekosistem

Pesta Pasir Serdadu

Mungkin inilah kolonialisme yang mereka anggap sah, ketika para serdadu dengan rakus merengguk pasir sambil menghalalkan kebakhilan mereka atas sumber daya alam Aceh di sungai-sungai yang tak lagi jernih. Mereka boleh melanggar hukum, memonopoli gunung dan sungai. Begitulah kekuasaan mereka di negeri ini, tak terhitung lagi berapa kubik kekayaan dari tambang-tambang pasir yang telah mereka kuras.

Kekayaan sumber daya alam Aceh begitu mudah berpindah tangan. Pejabat militer ramai-ramai korup. Demikian berkuasanya perusahaan milik serdadu di Krueng Jreue Aceh Besar adalah contoh kecil dari banyaknya kasus lain yang tidak terungkap dan mampu diredam dengan kekerasan.

Fakta ini menjadi jelas ketika ditemukan alat-alat berat milik serdadu dilokasi galian C di Krueng Jreue Aceh Besar oleh Walhi Aceh pada Agustus 2011 lalu . Anehnya, entah dari mana mereka mendapat surat izin "hantu" untuk usaha penumpukan material galian C itu.

Sungguh tak dapat diabaikan juga bahwa kasus seperti ini adalah konsekuensi dari kolonisasi serdadu yang semakin kuat pasca perang di Aceh. Mereka tidak membayar pajak...Sama seperti dimasa-masa perang, para serdadu memiliki dan membeking berbagai perusahaan tambang dan kayu hutan.

Sebagai rakyat, tentu saja kita marah ditengah ongkos hidup yang terus naik. Tetapi tanpa persetujuan kita pun, praktik-praktik semacam itu mungkin akan terus berlangsung dan tak ada tanda-tanda akan berakhir. Ditangan kekuasaan, fakta semacam ini bisa saja menjadi sampah dan diabaikan. Silahkan menganalisa!


|Afrizal Akmal, 2011|.