Aceh Dalam Mitos Pembangunan


Dari setiap ruang hidup di Aceh, separuhnya dipenuhi pada muslihat tipu daya berbagai kebijakan imperium. Aceh sedang tersamar dalam retorika fasih media konspirasi dusta. Aceh dalam jebakan tambang, dimana akan terjadi lebih banyak lagi kematian dibandingkan kematian dimasa-masa perang.

Aceh adalah salah satu contoh negeri bekas bencana yang terjebak dalam cengkraman sumber daya yang klasik. Alasan membangun kembali negeri yang luluh lantak akibat perang dan tsunami, telah memudahkan sistem yang mengeksploitasi sumber daya alam, seraya merusak moral birokrat dan politisi lokal dalam persekongkolan mereka dengan Bank Dunia dan lembaga keuangan asing.

Kekayaan sumber daya alam telah menarik minat asing untuk bersiasat. Rumus jitunya adalah menghidupkan perekonomian negeri ini dan memberikan peluang kerja bagi rakyat. Namun hikayat pertambangan tidak selalu indah seperti yang dimimpikan, sebab di balik limpahan uang itu - pertambangan dapat menyimpan potensi kerusakan alam yang sangat dahsyat.

Investasi atas berbagai kegiatan korporatokrasi, belum pernah diberitakan secara luas kepada penduduk lokal dan dengan sengaja menyembunyikan kisah-kisah tragis agar tidak menyentuh publik.  Kebijakan jangka panjang telah dirancang untuk menjarah kekayaan sumber daya alam Aceh dengan mengorbankan rakyatnya, meski pun beberapa program terkesan membantu.

Dikalangan birokrat Aceh, mitos pembangunan terus saja dihidupkan. Mitos yang menggambarkan keterbelakangan penduduk lokal yang harus segera di tolong dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat lewat dana lembaga keuangan asing. Mitos inilah yang dipakai untuk memberikan kesempatan kepada 109 perusahaan tambang dengan berbagai kepentingannya. Ilusi bahwa perusahaan tambang bisa menerapkan prinsip-prinsip Good Mining Practices, terus saja menjadi pembenaran.

Perusahaan-perusahaan tambang itu, oleh para birokrat dilukiskan sebagai organisasi pemberi pekerjaan kepada penduduk lokal. Akan tetapi publisitas semacam itu adalah masker wajah yang menutupi niat mereka yang sesungguhnya.

Tambang adalah jebakan kematian. Rakyat Aceh harus menyelamatkan diri dengan menata hidup bagi kelangsungan generasi berikutnya. Selamatkan tanah indatu dari tambang, mari menggugat setiap rezim yang bersekutu dalam kepentingan korporatokrasi, sebelum datang kengerian dari kematian akibat tambang. Silahkan menganalisa!


1 komentar:

  1. Jika Mitos pembangunan seperti ini terus berlanjut, maka tidak banyak yang bisa diharapkan bagi keberlangsungan hidup.

    BalasHapus