Mengganti Mie Instan Dengan Sagu Untuk Pengungsi Bencana Alam


Kita tentu prihatin saat melihat secara langsung kondisi masyarakat pengungsi bencana alam, apalagi di banyak tempat pengungsi diisi oleh anak-anak, balita dan para lanjut usia. Cuaca yang tidak menentu dan berubah-ubah seperti hujan dan panas juga akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anak-anak dan balita, apalagi tenaga medis yang tersedia sangat terbatas. 

Begitu juga dengan makanan yang diperoleh dari para dermawan, kebanyakan makanan yang diperoleh berupa mie instan. Ini adalah hal serius yang sering dilupakan dan perlu mendapat perhatian. Padahal dalam kondisi normalpun, mie intsan adalah makanan yang tidak baik untuk kesehatan, apalagi dalam kondisi darurat - dimana kondisi ketahanan tubuh para pengungsi dalam keadaan labil.

Bagaimanapun mie instan tidak bisa menggantikan makan penuh (wholesome food) dan tidak boleh di konsumsi secara terus menerus karena berakibat sangat buruk bagi kesehatan - disebabkan kandungan zat (campuran dalam pembuatan ) mie instan. Disamping itu mie instan tidak memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi tubuh . Walaupun di dalam mie instan terdapat kandungan karbohidrat dalam jumlah besar tetapi kandungan vitamin, mineral maupun protein yang ada didalamnya sangat sedikit.

Untuk itu, maka perlu dicari makanan alternatif yang murah dan mudah didapat. Salah satunya adalah sagu. Sagu adalah butiran yang diperoleh dari teras batang pohon sagu atau rumbia (Metroxylon sago Rottb.)

Tepung sagu kaya dengan karbohidrat (pati) dan mengenyangkan dalam tempo yang lama, meskipun sangat miskin gizi lainnya. Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah sangat kecil.

Mengkonsumsi sagu tentu lebih sehat karena tidak memiliki zat campuran dalam pembuatannya.Sagu juga praktis untuk disajikan, cukup direbus dengan air panas dan tambahan gula.

Mengganti mie instan dengan sagu, bukan hanya membantu menyediakan makanan yang sehat untuk pengungsi, tetapi juga membantu meningkatkan ekonomi para produsen lokal.

Afrizal Akmal


1 komentar: