Buang Saja Buku Itu Ke Keranjang Sampah

Jika anda adalah seorang birokrat dan mempunyai buku pedoman teknis manajemen banjir, maka buang saja buku itu ke keranjang sampah, sebab tidak ada gunanya sama sekali. Lupakan saja bab demi bab yang anda pelajari, paragraf demi paragraf yang sebenarnya anda sendiri tidak begitu mengerti.

Prinsip pengendalian banjir, strategi pengendalian banjir, mitigasi ancaman bahaya banjir dan pengawasan banjir yang ada dalam pedoman itu tidak ada artinya bagi rakyat di negeri ini.

Sebagai korban bencana, kami tidak pernah diberitahu tentang bagaimana menganalisa rainfall-runoff relationship antara hujan dan banjir. Setelah terjadi bencana, kami baru mengetahui bahwa di negeri ini ternyata ada kelompok tenaga ahli hidrologi, hidrolika, elektro mekanis, hidrogeologi, geologi teknik dan tenaga ahli lainnya yang berhubungan dengan masalah banjir.

Kami baru mengetahui juga, ternyata di negeri ini ada kelompok tenaga lapangan yang dibentuk pemerintah untuk kegiatan pemantauan.

Lalu apa yang menjadi kendala hingga akhirnya bencana banjir bandang itu meluluhkan kampung halaman kami? Mengapa pedoman teknis manajemen banjir yang dibanggakan itu tidak diterapkan di dunia nyata?
 

Peralatan hidrologi dan hidrometri, AWLR, ARR dan Extensometer yang dibeli dari uang rakyat itu dimanakah juntrungannya?

Bukannya kami ingin membesar-besarkan aib. Tetapi semua yang diceritakan didalam buku pedoman itu hanya dongeng dan hayalan palsu.


Afrizal Akmal


0 komentar:

Posting Komentar