Kampanye Pelestarian Lingkungan Hidup di Media Online


Menyoroti masalah lingkungan hidup menjadi hal yang menarik bagi saya, apa lagi jika dapat menuliskannya secara popular, kritis, objektif dan etis. Hadirnya jaringan media online (internet), telah memberi ruang lebih luas bagi saya untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan hidup. Berbeda ketika 20 tahun yang lalu ketika akses internet belum dapat di akses secara merata oleh masyarakat luas di tanah air.

Media online atau internet telah memberi sumbangan penting bagi aktifitas saya dalam rangka ikut mendorong pergerakan isu lingkungan hidup dari posisi terpinggirkan ke posisi yang sentral dan menarik perhatian banyak pihak.

Sebagaimana pesatnya perkembangan jaringan internet di tanah air, kini isu lingkungan hidup pun telah menjadi persoalan penting bagi banyak orang, dari semua elemen dan semua sektor. Berbanding terbalik ketika beberapa dekade terdahulu, dimana kelompok atau organisasi lingkungan hidup seringkali dicap sebagai orang-orang “kurang waras” yang hanya ingin menyelamatkan orangutan, monyet, gajah, harimau dan pohon. Kini para pegiat lingkungan hidup semakin diterima dan sangat diharapkan kehadirannya untuk menyelamatkan bumi dan masa depan ummat manusia.

Dimasa lalu, ketika internet belum popular di masyarakat, para pemerhati lingkungan hidup seperti saya sering mengeluh bahwa ruang media cetak atau waktu siaran yang disediakan radio dan televisi sangat terbatas dalam membahas isu-isu kerusakan lingkungan hidup. Tetapi sekarang keluhan seperti itu tidak lagi terjadi. Hadirnya media internet telah memberi ruang lebih luas bagi kampanye lingkungan hidup. Laporan-laporan kerusakan lingkungan hidup menjadi lebih konfrehensif (menyeluruh) dan dapat ditulis banyak orang, tanpa ada kekhawatiran terbatasnya durasi.

Dalam beberapa blog pribadi, saya telah menulis lebih dari 100 artikel yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Bayangkan jika 10 persen saja dari pengguna internet di dunia juga menulis tentang lingkungan hidup dari berbagai dimensi, pasti akan memberi dampak yang cukup besar bagi usaha penyelamatan bumi kita.

Media internet, telah mempermudah dan memberi peran yang sangat penting bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat dalam memberi kesadaran publik akan pentingnya upaya memelihara lingkungan hidup, membangkitkan kesadaran menanggulangi masalah lingkungan hidup dan memperbaiki kekeliruan cara pandang. Media internet efektif untuk melibatkan publik dalam perdebatan mengenai pembangunan berkelanjutan.

Seiring pupulernya internet sebagai gaya hidup modern, saat ini ada ribuan bahkan mungkin jutaan topik tentang lingkungan hidup telah ditulis dan dipublikasikan di media internet dalam berbagai sudut pembahasan. Saya berharap bahwa pembahasan masalah lingkungan hidup ini akan terus berkembang seiring berkembangnya pengguna internet di tanah air.

Harapan saya tidak berlebihan, sebab jika dilihat dari Studi yang dilakukan Yahoo! dan TNS pada Desember 2008 lalu menyebutkan bahwa penggunaan internet telah menjadi gaya hidup sehari-hari sebagian orang Indonesia. Studi ini menyimpulkan dari beberapa media informasi yang terbanyak digunakan dalam sebulan terakhir, Internet sudah menduduki tempat kelima dengan jumlah 28 persen. berada dibawah tabloid (33 persen), radio (56 persen), koran (69 persen) dan televisi (100 persen). Internet unggul dari penggunaan cinema atau bioskop (27 persen) dan majalah (24 persen). Bahkan dalam seminggu terakhir, penggunaan internet meningkat 21 persen melebihi tabloid.



0 komentar:

Posting Komentar