Ancaman Konversi Hutan Aceh Akan Berlanjut di 2011

-->
Memasuki tahun 2011, Aceh masih rentan terhadap bagi-bagi lahan hutan untuk di konversi. Hal ini terlihat dari paradigma pimpinan di kabupaten kota, dalam hal ini para Bupati yang masih menafsirkan bahwa hutan sebagai kesatuan wilayah administratif. Padahal sejatinya hutan harus dipandang sebagai kesatuan wilayah daerah aliran sungai (DAS).

Kekeliruan cara pandang oleh sebagian besar pimpinan daerah kabupaten kota tersebut akan meningkatkan ancaman kerusakan hutan di tahun 2011, sebab mereka hanya mengedepankan kewenangan terhadap hutan di wilayahnya tanpa memperhitungkan pengaruh ekosistem terhadap wilayah lain.

Untuk itu, maka penting untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya visi Dinas Kehutanan yang ada di provinsi mengenai soal konversi hutan ini.
Dalam mengelola hutan pemerintah daerah perlu didorong untuk selalu memperhatikan kesatuan DAS. Hal ini bermakna bahwa pengelolaan hutan harus bersifat lintas kabupaten. Untuk itu diperlukan master plan pengelolaan hutan berdasarkan kesatuan DAS. Selanjutnya, setiap kali mengeluarkan kebijakan, pemerintah daerah harus memperhatikan masterplan pengelolaan bersama tersebut.

Saat ini terdapat 105 izin pertambangan yang terdaftar pada Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh dengan luas wilayah konsesi ± 484.505 hektar, umumnya berada dikawasan hutan.


Salah satu izin yang banyak merambah hutan adalah Hak Guna Usaha (HGU) dimana hingga tahun 2010 terdapat 201 izin HGU perkebunan dengan luasan mencapai 540.839,955 Ha.

Perlu perubahan yang mendasar terhadap cara pandang hutan oleh semua pihak, terutama para bupati yang mengambil kebijakan di daerah. Jika tidak, maka ancaman konversi lahan hutan akan terus berlanjut di tahun 2011.

0 komentar:

Posting Komentar