Tahura Tak Terurus, Visi Aceh Green Ditelanjangi

Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan di Saree, Aceh Besar, tidak terurus. Para penebang bebas menebang pohon-pohon pinus tanpa ada pengawasan seolah menelanjangi visi Aceh Green.

Ini sebuah tamparan dan menjadi pertanyaan penting terhadap kemampuan Pemerintahan Aceh dalam mengawasi sebuah proyek hutan jutaan dolar untuk menjamin investasi REDD yang bertujuan untuk meningkatkan jasa hutan dan memberikan kontribusi bagi pengurangan kemiskinan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Realitas di atas telah memberikan ruang asumsi kepada publik bahwa masalah yang berhubungan dengan tata kelola yang buruk, penegakan hukum yang lemah, dan korupsi atau suap tidak pernah diselesaikan. Beginilah kredibilitas dan efektifitas strategi REDD di sebuah negeri yang sedang berusaha untuk berdagang. Huhh!!

5 komentar:

  1. Kasian banget ya nasib Tahura.
    Dulu Tahura begitu sejuk,
    sekarang... gak lagi

    Sedikit yang peduli tentang ini...

    BalasHapus
  2. Deplete natural resources at levels that are comparable to the total population.
    Empire built by stealth

    BalasHapus
  3. Cut, Terimaksih telah membaca catatan ini
    Semoga bermanfaat.

    Perkins, Most the people of Aceh are not aware the corporate empire of the world through their cooperation with local government.
    Sorry, I am not so fluent reply to your comment in English.
    But I try to respond to some lines.
    Thank you very much...

    BalasHapus
  4. Walau telah di telanjangi, tetap sangat sulit melihat sosok nyatanya VAG.

    BalasHapus
  5. Jes, Rakyat Aceh sedang menunggu konsistensi VAG. Tapi tampaknya jauh panggang dari pada api.
    Sepertinya masyarakat tempatan (lokal) tidak menjadi bagian kunci yang menjadi faktor dalam model konseptual target sasaran.

    BalasHapus