Kebun Kayu Kami

~ Green Investing ~
Disadari atau tidak, kerusakan lahan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Dengan asumsi itu, maka pemulihan lahan sudah menjadi keharusan. Kerusakan lahan perlu terus-menerus diperbaiki sehingga keutuhannya bisa menjadi sumber kemakmuran bagi rakyat.

Langkah-langkah yang dilakukan harus menjadi lebih inspiratif dan dapat mendorong semangat rakyat untuk ikut melibatkan diri dalam usaha perbaikan. Salah satu yang dapat dilakukan bersama rakyat adalah dengan menggalakkan penanaman pohon keras (ini menyerupai hutan tanaman) serta pemberian pemahaman kepada semua orang tentang pentingnya menanam pohon.

Menyadari hal ini, kami bersama keluarga membibitkan sendiri pohon Jabon, menanamnya di lahan kebun dan mengajak masyarakat sekitar untuk turut melakukan hal yang sama. Insya Allah pohon-pohon yang mereka tanam hari ini dapat memberi kesejahteraan bagi mereka.

Hal yang paling realistis dalam mempopulerkan investasi hijau (Green Investing) adalah dengan memasyarakatkan kebun kayu, sambil memberi gambaran akan keuntungan - baik keuntungan langsung yang diperoleh dari hasil penjualan kayu dan tumpangsarinya, maupun keuntungan ekologisnya. Mengajak keluarga dan masyarakat sekitar kita, memulainya dari diri sendiri". Namun perlu diingat! Hindari menanam pohon secara monokultur. Tanamilah dengan beberapa jenis pohon yang berbeda (heterokultur) agar tidak rentan hama dan risiko kebakaran. Beberapa model tumpangsari juga dapat diuji coba untuk meningkatkan potensi lahan dan menambah penghasilan.

Membangun kesadaran lingkungan lewat investasi hijau (Green Investing), berarti telah ikut membangun masyarakat yang visioner dan mandiri, mendorong banyak orang untuk menyiapkan biaya pendidikan untuk putra-putri mereka dengan ramah, lari dari pengangguran dan mapan dalam menghadapi krisis di masa depan.

|Afrizal Akmal|.

| Lokasi: Kebun kayu kami. Photo: Koleksi Pribadi |

6 komentar:

  1. wah keren bang akmal, jabon itu bahasa acehnya apa ya? heheheh. liza ngga tau

    BalasHapus
  2. Jabon bahasa Acehnya "Bak Siribee ek" (seribu naik). ada juga yang menyebut "Bak tunyok langet".
    Bahasa ilmiahnya Anthocephalus cadamba.

    BalasHapus
  3. Kalau bahasa meulayu (tamiang) kalau tidak salah biasa disebut bak keuleumpe :)

    BalasHapus
  4. Sofda, teurimeng genaseh informasinya...

    BalasHapus
  5. kami siap untuk suplay bibitnya pak ataupun sosisnya

    BalasHapus
  6. menurut perkiraan saya, nama juga kira2. kalau bisa diorganisir untuk menanam jabon 1000 ha, sudah dapat untuk membangun satu pabrik plywood pada 5 tahun mendatang, proyek begini harus bupati yang turun tangan, targetkan 10.000 ha tiap kabupaten. pabrik harus bersifat koperasi, masyarakat juga menikmati hasilnya. jabon kayaknya mengalahkan dengan budi daya sawit.

    BalasHapus