Buku: Aceh dalam Kekacauan Ekologi

Penulis: Afrizal Akmal
©2009, Pustaka Kutaradja
Editor: Nury Dasfira
Sambutan: Thayeb Loh Angen
Layout sampul: Aloel, Bombom
viii + 92 halaman
ISBN: 978-602-95075-0-8

Sejak penandatanganan MoU Helsinki, peperangan bersenjata dinyatakan berakhir di Aceh. Tetapi segala sesuatu yang berkaitan dengan pengurasan sumber daya alam Aceh belum mengalami perubahan yang berarti.
Ide membelah hutan belantara Leuser selalu saja dilontarkan secara luas oleh kebijakan-kebijakan pemerintah kabupaten/kota untuk alasan pertumbuhan ekonomi pedesaan, yang mencakup konstruksi jalan.
Kekacauan ekologis dan ketimpangan sosial terus tumbuh. Rawa-rawa yang berperan penting untuk menjaga stabilitas iklim lokal, seperti curah hujan dan temperatur udara yang berperan positif terhadap produksi pertanian - kini dikalahkan oleh mesin-mesin kapitalis dengan semangat hedonistis. Air dan ikan rawa sudah teracuni seiring teracuninya masyarakat lokal untuk berpikir instan.
Adalah fakta, bahwa upaya menutupi sebuah ketidak becusan pengelolaan finansial oleh pemerintah kabupaten, telah dikoreksi dengan pemborosan sumber daya alam yang sangat fatal.
Perang senjata memang telah berakhir di Aceh, tetapi perang ekologis belum selesai. Didukung data, analisis historis, bahasa yang lantang, buku ini secara tegas menjelaskan kenapa hutan dan segala sumber daya alam Aceh selalu dikuasai oleh kepentingan korporasi yang jahat. Sementara dari hasil alam yang melimpah itu - tidak pernah membuat rakyat kecil mampu menolong diri mereka sendiri. |DOWNLOAD|


0 komentar:

Posting Komentar