Feature Cause

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Donate Now
Merchandise

T-Shirt

Donasi

Merchandise ini adalah bagian dari fundraising untuk mendukung inisiatif konservasi Hutan Wakaf di Aceh disamping pengumpulan dana tunai

Buy Now
Feature Cause

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Donate Now
Feature Cause

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Donate Now

bercerita tentang hutan, Mengedarkan Komunike

  • Mengedarkan komunike

  • Inisiatif konservasi

  • Membongkar mitos-mitos

  • Kampanye lingkungan

  • Donasi publik

Official Blog

Harmoni

Selalu. Rasa yang sama sejak dulu; dan sekarang ketika berada di hutan umurku bukan 43, tapi 34. Mungkin dengan gairah yang berbeda. Ya, energi dibutuhkan untuk ide besar.

Dan di lanskap hutan selalu ada sejarah. sederet panjang tanda tanya. Kenapa hutan kini hanya tinggal sisa-sisa.

Kapitalisme dibalik konsesi halal telah merusak semuanya, hingga hutan itu mereka tinggalkan dalam keadaan rapuh. Bukan iklim yang merapuhkan materi-materi yang membentuknya. Bukan juga wabah. 

Ia memang sudah tak mampu bertahan begitu saja. Pelan-pelan sirna bila di sana tak ada kekayaan sosial; harta dan pemikiran masyarakatnya yang secara penuh keikhlasan mau merawat dan membangun hutan kembali.

Tapi mungkin hutan nasibnya benar-benar cuma tergantung pada negara? absolut?
Kalau begitu maka negara sedang sendirian dalam keasyikannya. Bila negara seenaknya, maka tak ada penyangga sosial lain. Tak ada komunitas sosial yang mandiri; yang melahirkan kekuatan yang memperkukuh keberadaan hutan.

Hutan. adakah sebuah tempat yang damai, tentram? Atau ia hanya sebuah tempat. Artinya tanpa batas yang tegas antara hutan dengan di luar hutan.

Jangan-jangan itulah yang terjadi dalam sejarahnya dan berlanjut hingga kini. Ketika kapitalisme masuk ke relung-relungnya dari luar hutan, ia membawa perilaku dan nilai-nilai yang merusak; eksploitatif semata. Perilaku menghancurkan yang merembes ke dalam masyarakat di sana; di sekitar hutan.

Itukah barangkali riwayat hutan yang hilang di sini. Menghancurkan semua harmoni kehidupan di dalamnya.

Afrizal Akmal

Hutan Wakaf dan Kedai Mino

Usai bincang konseptual hutan wakaf bersama Alit Rinjani Ferdian, Sebuah paket apresiasi datang dari salah satu Owner Kedai Mino Rahmi Carolina: menurut Rahmi, Edisi Burung Rangkong ini adalah salah satu edisi terbaik. Pemesannya lintas nusantara dan dunia.

Seperti filosofi Rangkong, terbang jauh. Sangat jauh untuk menebar biji biji (pesan pesan) hutan.

Pesan moral dari kaos ini adalah, "Jangan bunuh Rangkong!" Burung adalah makhluk Tuhan yang paling tawakal, kita perlu belajar padanya. Si penebar biji pohon di hutan.

Beberapa persen dari hasil penjualan akan disisihkan untuk fundraising hutun wakaf.
Insya Allah...



Negara - Bangsa

Disini, negara dan bangsa hadir sendiri-sendiri; saling marah.

Ya, negara dan bangsa seharusnya saling membutuhkan. Bangsa membutuhkan negara agar menjadi wujud konkret mewakili kepentingannya. Tanpa negara ia abstrak. Bayang-bayang.
Begitu juga seharusnya negara. Ia membutuhkan bangsa agar mendapat pengakuan atas kehadirannya; teritorial.

Tetapi negara kerap membawa bencana. Ia brengsek.

Negara sering berada dibalik kekejaman massal. Tragedi-tragedi kekejamanmya selalu terulang meliputi wilayah yang luas dan panjang.

Hutan dialih guna. "Dirampas" dari fungsinya. Kekejaman ini sering diabaikan, berlangsung dari rezim lama hingga rezim yang baru.

Tetapi negara bukan tidak punya alasan. Negara membangun argumentasi yang mengharukan - demi kesejahteraan. 

Negara - bangsa bertengkar lagi...

Namun setiap bencana melayang dari ingatan. Atau hanya diingat sebagai sejarah yang mengharukan. Itu saja. 

Bencana mirip layar tv yang gambar-gambarnya silih berganti.

| Afrizal Akmal |


Apresiasi Untuk Hutan Wakaf Dari Kota Leipzig Jerman

Inisiatif dan konsep Hutan Wakaf memiliki peluang untuk diapresiasi oleh masyarakat yang lebih luas. Seorang teman di Jerman, Bettina Grallert turut memberi apresiasi itu dan menyatakan konsistensinya untuk menjadi volunteer. Berikut adalah catatan singkat Bettina dari Jerman:

Pada tahun 1994 saya bersama beberapa kawan mendirikan sebuah LSM di kota Leipzig di Jerman. Tujuannya adalah mendirikan sebuah museum khusus tentang persoalan hutan hujan. Latar belakangnya kami mau membantu untuk melindungi hutan tropis karena kami pada saat itu sudah menyadari penghancurannya. Akhirnya kita sudah dapat mendirikan sebuah museum kecil pada tahun 2000. Museumnya bernama Phyllodrom.

Dan ternyata situasi makin buruk di hutan di seluruh dunia. Sejak beberapa tahun saya memperhatikan di Indonesia muncul berbagai upaya oleh banyak LSM untuk meningkatkan perlindungan hutan hujan. Itu baik dan semoga makin kuat dan berhasil di masa depan.


Namun, proyek semuanya berbeda dalam gayanya, dalam tujuannya dan dalam hasilnya pula. Yang berkencan hanya dalam pertemuan tak terhitung jumlahnya dan diperdebatkan tanpa henti itu meskipun baik akan tapi jarang ada hasil yang terlihat.


Untunglah saya sudah dapat tahu tentang proyek istimewa "Hutan Wakaf" ini. Beberapa orang mendirikan inisiatif dan memberikan harta diri untuk mewarisakan keturunan kita sejenis hutan yang menguntungkan semuanya. Dan dengan itu mereka berusaha untuk mencapai tugas kemanusian untuk melindungi bumi kita dengan alamnya. Saya senang tentang proyek ini yang memiliki tujuan yang jelas dan praktis apalagi yang bukan omong kosong di meja rapat.
Saya memutuskan untuk menyumbang. Dan sudah kemarin saya donasi untuk hutan wakaf sebagai apresiasi besar kepada inisiatif ini. Kemudian saya mulai berpikir sumber-sumber lain yang mana dapat ditemukan sehingga volume sumbangan untuk "Hutan Wakaf" dapat terus tumbuh.

Kita tidak hanya bisa memberikan uang kita dari kantong kita sendiri, tetapi masing-masing dari kita dapat memberikan sesuatu yang orang lain menikmati dan apa yang mereka bersedia untuk memberikan sumbangan kecil sebagai apresiasi. Saya memutuskan bahwa saya akan memberi musik dengan instrumen istimewa saya. Dan begitu sudah saya melaksanakan hari sabtu kemarin. Saya membuat musik dan koper instrumennya.


Yang terpenting sesungguhnya adalah efek samping yaitu bicara pada pejalan kaki tentang inisiatif konservasi ini dan perihal hutan tropis di Sumatera. Saya jadi senang dan besok saya akan donasi hasilnya dan saya tambahkan lagi dari kantong saya sendiri: Setiap hari satu potongan roti demi hutan wakaf. 


Salam visioner
Bettina Grallert