Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Donate Now
Rafting

Sungai

Jantho

Menikmati serunya Rafting di Sungai Jantho sekitar Hutan Wakaf setelah menanam pohon

Donate Now
Rafting

Sungai

Jantho

Menikmati serunya Rafting di Sungai Jantho sekitar Hutan Wakaf setelah menanam pohon

Donate Now
Merchandise

T-Shirt

Donasi

Merchandise ini adalah bagian dari fundraising untuk mendukung inisiatif konservasi Hutan Wakaf di Aceh disamping pengumpulan dana tunai

Buy Now
Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Donate Now
Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Donate Now
Inisiatif

Donasi

Hutan Wakaf

Tindakan konservasi secara langsung melalui pembelian lahan kritis. Diperuntukkan untuk membangun hutan yang berfungsi secara ekologis, baik sebagai sumber mata air, maupun sebagai penyerap karbon, tempat bersarangnya burung-burung, lebah madu, primata dan species lainnya

Donate Now

bercerita tentang hutan, Mengedarkan Komunike

  • Mengedarkan komunike

  • Refleksi peristiwa

  • Membongkar mitos-mitos

  • Inisiatif konservasi

  • Donasi publik

Official Blog

Hari Bumi di Hutan Wakaf



Hari bumi jangan hanya slogan di jalanan atau di meja-meja diskusi. Meski pun kecil peran kita dalam keselamatan bumi, akan lebih baik melakukan aksi nyata, dari pada bicara.

Romi Van de Van, Pegiat Rafting Aceh

Romi Van de Van telah popular sebagai pegiat rafting Aceh. Ya, mungkin ia sudah ditakdirkan. Nama lengkapnya Romy Sahbudin Putra, tetapi ia lebih di kenal dengan sebutan Romi Van de Van. Lahir di Ketambe, Kutacane, Aceh Tenggara. Kini usianya 20 tahun dan telah menjadi idola para peminat rafting. 

Romi, sejak kecil telah aktif dalam olah raga rafting yang dibina langsung oleh ayahnya Johan Ketambe yang juga mantan atlet nasional rafting di Indonesia dan senior rafter di Aceh.

Selain itu Romi dan Johan Ketambe juga mendedikasikan diri sebagai pegiat ekowisata di Taman Nasional Gunung Leuser.

Romi Van de Van saat ini sedang berusaha menyelesaikan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Tgk. Chik Pante Kulu, Darusalam, Banda Aceh. 

Ia terus bersemangat dan aktif dalam mempopularkan olah raga rafting di Aceh. Sungai-sungai berarus deras menjadi hobinya untuk terus di arungi dan di nikmati. Mungkin itulah sebabnya ia memiliki motto; "sungai wajib dinikmati".

Salah satu sungai yang terus di popularkan oleh Romi adalah Krueng Aceh dan Sungai Alas Ketambe. Atas kerja kerasnya, saat ini bersama komunitas Hutan Wakaf , Kreung Aceh telah menjadi salah satu destinasi yang popular bagi masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar untuk diarungi sebagai obyek wisata aman dan seru yang bisa dinikmati bersama teman, keluarga atau komunitas. Lebih popular, Romi menyebutnya sebagai family rafting.

Salam Apresiasi...

| Naskah: Azhar Aceh Indie Photo.
| Editor: Afrizal Akmal
| Photo: koleksi pribadi Romi Van de Van





Azanuddin Kurnia Cover Shot



Saat ini Hutan Wakaf telah menjadi bola salju, sudah banyak pihak yang ikut terlibat. Dan ini telah menjadi gerakan moral yang bisa memberikan alternatif pengelolaan hutan | Azanuddin Kurnia, SP, MP

Cepot

Dalam sebuah perjalanan singkat, saya kembali berjumpa dengan teman seangkatan. Cepot, seorang yang pernah memilih jalan kehidupan menjadi salah seorang paling ekstrim di dunia. Pada era 1997 ia bergabung dengan sebuah program ekplorasi pulau Bangkaru pimpinan alm. Kasim Arifin.

"Sedikit orang yang bisa pulang dengan waras saat anda memilih untuk bergabung dalam program ini", ungkap Cepot.

Ya, Cepot adalah salah satu orang yang berhasil pulang dengan selamat. Satu orang tewas dan beberapa lainnya telah gila permanen terinfeksi parasit malaria tropika.

Sebenarnya Bangkaru memiliki arti "Perompak", dimana sebelum pulau ini menjadi perhatian destinasi wisata, jauh sebelum era itu para perompak atau bajak laut memilih pulau ini sebagai tempat bersembunyi dan memata-matai setiap kapal yang lewat.

Saya menikmati cerita Cepot yang penuh semangat, sambil menyadari bahwa sebenarnya ia tidak benar-benar waras. Saya rasa ada sisa efek parasit malaria tropika yang tersisa.

Catatan ini adalah bentuk apresiasi saya untuk Cepot.

| Afrizal Akmal |.